DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
KALIMANTAN TENGAH

Disdukcapil Kobar Ikuti Rilis Bersama Data SP 2020

Mewakili Kabupaten Kotawaringin barat, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kotawaringin Barat (Disdukcapil Kobar) Drs. H. Gusti M. Imansyah, M. Si. bersama jajaran eselon tiga, Kamis (21/1) mengikuti rilis bersama data Sensus Penduduk (SP) 2020 dan data administrasi kependudukan 2020 secara virtual menggunakan aplikasi zoom bertempat di ruang Kadisdukcapil Kobar.

“Saat ini kita menyaksikan secara langsung Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Pusat Statistik Republik Indonesia merilis data SP 2020 dan data administrasi kependudukan 2020. Tujuannya adalah agar kita mengetahui berapa banyak jumlah penduduk di Indonesia khususnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, “ ungkap Gusti Imansyah.

Berdasarkan Data Agrerat Kependudukan Semester II Untuk Tahun 2020 telah tercatat sebanyak 255.346 jiwa yang terdiri dari laki – laki sebanyak 131.593 dan perempuan sebanyak 123.753. Semuanya terbagi di 6 (enam) kecamatan. Untuk Kecamatan Kumai jumlah laki – laki sebanyak 25.659 jiwa dan perempuan 24.247 jiwa. Kecamatan Arut Selatan jumlah laki – laki 57.127 jiwa dan perempuan 54.898 jiwa. Kecamatan Kotawaringin Lama jumlah laki – laki 8.977 dan perempuan 8.341. Kecamatan Arut Utara jumlah laki – laki sebanyak 4.162 jiwa dan perempuan 3.638 jiwa. Kecamatan Pangkalan Lada jumlah laki – laki sebanyak 17.924 jiwa dan perempuan 16.621 jiwa. Kecamatan Pangkalan Banteng jumlah laki – laki sebanyak 17.744 jiwa dan perempuan 16.008 jiwa.

Harapannya semua masyarakat akan tetap patuh dengan administrasi kependudukan. Segera lakukan pengurusan surat – surat apabila ada warga yang bertambah dan meninggal agar data kependudukan Kabupaten Kotawaringin Barat terdata dengan rapi.

Sementara itu rilis bersama data Sensus Penduduk (SP) 2020 dan data administrasi kependudukan 2020, Sekretaris jendral Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori mengatakan bahwa rilis bersama data kependudukan ini merupakan tindak lanjut dari selesainya SP Tahun 2020 yang telah dilaksanakan.

Kepala BPS RI dalam paparannya mengatakan bahwa pada level nasional jumlah penduduk hasil SP2020 sudah selaras dengan data Adminduk. Pada tingkat provinsi, perbedaan jumlah penduduk antara hasil SP2020 dan data Adminduk merupakan gambaran banyaknya penduduk yang melakukan perpindahan, baik untuk keperluan bekerja, sekolah, maupun alasan lainnya (Disdukcapil Kobar)