DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL
KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
KALIMANTAN TENGAH

Antusias, Ratusan Warga Serbu Layanan KTP-El

Ratusan warga Desa Kubu, Kecamatan Kumai, menyerbu layanan KTP-El yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan itu berlangsung di Kantor Desa Kubu, Sabtu dan Minggu (6-7 April 10, 2019). Pelayanan yang dibuka dari pukul 08:00 sampai 16.00 ini dilakukan untuk mempermudah warga mendapatkan kartu identitas pribadi. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka kegiatan jemput bola yang digalangkan oleh Ditjen Dukcapil yang menyasar remaja yang berusia 17 Tahun dan masyarakat yang belum sempat datang ke Kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukannya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kotawaringin Barat, Drs. H. GUSTI M. IMANSYAH, M. Si mengatakan, pelayanan jemput bola ini difokuskan di beberapa Desa di luar kota Pangkalan Bun. Kegiatan ini dilakukan tujuannya untuk mempermudah masyarakat melakukan pengurusan KTP-El, Kartu Keluarga, Akte Kematian dan akte lahir.
“Dalam kegiatan ini sebanyak 141 orang mendatangi kantor Desa Kubu untuk mendapatkan pelayanan berupa pembuatan akte kelahiran, pembuatan Kartu Keluarga, perekaman KTP-El, dan Pembuatan Akta Kematian,”kata Gusti M. Imansyah.
Ia menambahkan, “saya memerintahkan pejabat yaitu Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pelayanan Pencatatan Sipil untuk langsung menyisir ke rumah-rumah warga sekitar kantor Desa dan melakukan sosialisasi berupa gerakan GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan), serta mendata warga yang termasuk kategori Rentan Administrasi. Agar petugas rekam yang akan langsung mendatangi dan merekam warga tersebut. Dan tercatat ada satu warga yang kita rekam di rumahnya”
M. Nasir Kasi Kesra Desa Kubu,mengatakan, sistem jemput bola yang dilakukan Dukcapil Kotawaringin Barat sangat membantu warga. Menurutnya, dengan adanya sistem jemput bola seperti ini warga dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan kependudukan.
“Pelayanan ini sangat membantu masyarakat yang selama ini disibukkan, apalagi mayoritas warga disini mata pencahariannya adalah nelayan, yang waktunya lebih banyak di laut. Sehingga tidak memiliki waktu untuk datang ke Kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukannya. Untuk itu dirinya juga sangat berharap layanan ini akan terus dilakukan jangan hanya pada momen-momen tertentu saja,” ujar M Nasir. (Dafduk/bd)